Berita

16 August 2018

Presiden Jokowi: Ketersediaan Infrastruktur Listrik Sokong Keberlanjutan Ekonomi Nasional

JAKARTA - Jelang kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, pada Sidang Tahunan bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah RI di Gedung Nusantara DPR RI Jakarta, Kamis (16/8), Presiden Joko Widodo kembali menekankan pentingnya ketersediaan infrastruktur ketenagalistrikan dalam menyokong perekonomian nasional yang berkelanjutan.

"Pembangunan ekonomi bukan hanya untuk dinikmati pada masa sekarang, tapi juga harus dirasakan dalam jangka panjang. Pembangunan mesti berkesinambungan. Salah satu penyangga keberlanjutan pembangunan adalah ketersediaan infrastruktur," kata Presiden Jokowi.

Ke depan, Pemerintah berjanji akan terus menggenjot pembangunan infrastruktur fisik secara masif dan merata di seluruh pelosok tanah air yang meliputi subsektor ketenagalistrikan terutama berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Proyek-proyek kelistrikan dengan sumber EBT, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Sidrap di Sulawesi Selatan, akan terus kita kerjakan di seluruh pelosok tanah air untuk mencukupi kebutuhan listrik masyarakat dan meningkatkan elektrifikasi," tambahnya.

Rasio elektrifikasi sendiri saat ini telah mencapai 97,13% secara nasional. Angka tersebut merupakan sumbangan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) 94,65%, Non-PLN 2,36% dan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) sebesar 0,12%. Pada akhir tahun 2019, Pemerintah menargetkan 99,9% wilayah Indonesia akan teraliri listrik.

Untuk mencapai hal tersebut, salah satu upaya Pemerintah melalui Kementerian ESDM yaitu mempercepat program 35.000 Mega Watt (MW). Stasus Juni 2018, sebanyak 2.278 MW telah beroperasi atau sekitar 6 persen, 16.523 MW atau 47% pada masa konstruksi, kontrak/PPA belum kontruksi sebesar 13.481 MW (38%), tahap pengadaan 2.130 MW (6%) dan perencanaan 1.007 MW (3%).

Penulis: Naufal Azizi


Top